Ada Berapa Planet di Galaksi Bimasakti? 160 Milyar!

Ada Berapa Planet di Galaksi Bimasakti? Ilmuwan Menjawab: Ada Sekitar 160 Milyar Planet!

“Peneliti menunjukkan bahwa seperenam Bimasakti dihuni oleh planet seukuran Jupiter, setengahnya oleh planet seukuran Neptunus dan dua pertiganya oleh planet Super-Earth. Itupun hanya yang ada pada jarak yang sudah terdeteksi.”

*

*

Studi terbaru menyatakan bahwa Bimasakti memiliki lebih banyak planet daripada bintang. Galaksi Bimasakti ternyata merupakan galaksi padat planet. Jumlah planet diperkirakan mencapai 160 miliar, sedangkan jumlah bintang adalah 100 miliar.

Tampak gambar ilustrasi Galaksi Bima Sakti (The Milky Way) dan posisi matahari kita.

“Statistik ini menunjukkan bahwa planet di sekeliling bintang adalah biasa, tak istimewa.

Mulai sekarang, kita harus melihat bahwa galaksi tidak hanya dipadati miliaran bintang, bayangkan bahwa mereka dikelilingi planet ekstrasurya,” kata Arnaud Cassan dari Paris Institute of Astrophysics.

Tercatat sebelumnya telah ada lebih dari 700 planet di luar tata surya kita yang terkonfirmasi.

Sementara itu, masih ada lagi 2.300 kandidat planet yang ditemukan wahana Kepler milik NASA yang menunggu kepastian.

Planet-planet itu ditemukan dengan dua metode, transit photometric dan radial velocity. Metode pertama mendeteksi planet dari kedipan cahaya bintang sebagai tanda adanya planet yang mengelilingi. Cara kedua dengan melihat “goyangan” bintang sebagai hasil gravitasi planet.

Dalam studi ini, peneliti memakai metode baru yang disebut gravitational microlensing. Dalam metode ini, planet dideteksi dengan adanya cahaya bintang yang dibiaskan atau dimagnifikasi oleh obyek yang mengelilinginya.

Peneliti mengungkapkan, gravitational microlensing memiliki kelebihan dibanding transit fotometri dan radial velocity. Gravitational velocity bisa mendeteksi adanya planet yang terletak jauh dari bintangnya, berbeda dengan kedua teknik lain yang cahaya bias pada planetnya hanya yang dekat bintang.

Gravitational Microlensing

Berdasarkan riset, peneliti menunjukkan bahwa seperenam Bimasakti dihuni oleh planet seukuran Jupiter, setengahnya oleh planet seukuran Neptunus dan dua pertiganya oleh super-Earth. Itu pun hanya yang ada pada jarak yang sudah terdeteksi.

“Lebih lanjut, kami menemukan bahwa planet bermassa rendah, seperti super-Earth (1-10 kali massa Bumi) dan serupa Neptunus, lebih melimpah daripada planet raksasa seperti Jupiter dan Saturnus (kira-kira 6-7 kali lebih banyak dari planet massa rendah),” kata Cassan seperti dikutip Space, Januari 2012.

Planet yang sebenarnya ada di Bimasakti mungkin sedikit lebih banyak daripada yang telah terhitung. Pada jarak yang belum bisa terdeteksi, mungkin masih ada banyak planet lagi.

Terlihat wilayah tengah (central) dari Galaksi Bima sakti (The Milkyway) pada sebuah pantai Amerika disaat malam hari.

Penemuan lain yang dipublikasikan tahun lalu dan dilakukan dengan teknik microlensing menunjukkan adanya planet seukuran Jupiter yang melayang sendirian, yatim piatu, tidak mengorbit bintang. Jumlah planet ini diperkirakan melebihi planet “normal” hingga 50 persen.

“Kedua hasil penelitian dengan microlensing menunjukkan bahwa planet ada di mana saja, tidak selalu mengorbit bintang,” jelas Cassan.

Sementara itu, “anomali” lain adalah ditemukannya planet yang berada pada sistem bintang ganda. Ini dulu hanya bisa dibayangkan dalam film fiksi ilmiah Star Wars.

William Welsh, astronom dari San Diego State University, seperti dikutip AP,  mengungkapkan, “Alam sepertinya suka membentuk planet sebab planet itu ditemukan di tempat yang diperkirakan sulit mendukung pembentukan planet.” (AP/SPACE.com/Kompas/icc.wp.com)

Terlihat wilayah tengah (central) dari Galaksi Bima sakti (The Milkyway) dihamparan langit dengan latar depan sebuah stasiun observasi Amerika disaat malam hari.

[Video] Galaksi Bima Sakti (Milky Way) Dilihat dari Bumi (Kamera Selam Waktu)

[VIDEO] Cosmic Census: 160 Billion Alien Planets May Exist in Our Milky Way Galaxy 

[VIDEO] The Milky Way – The Universe – History Channel

Artikel Terkait:

Bumi-Bumi Baru Akan Semakin Banyak Ditemukan

Teleskop Luar Angkasa “Kepler” Temukan Tata Surya dengan 6 Planet

Satu Lagi, Ditemukan Planet (HD85512b) Yang Layak Untuk Dihuni

*****

Iklan

Wow! Monyet Ini Telah Lama Punah, Ternyata Ditemukan Lagi di Indonesia!

Ilmuwan yang meneliti hutan hujan tropis di Indonesia menemukan kembali spesies monyet besar dan berwarna abu-abu yang diduga telah punah.

Mereka menemukan kembali langur abu-abu (Presbytis hosei canicrus) yang memiliki wajah hitam dengan bulu-bulu halus di bagian leher yang berwarna abu-abu.

Penemuan itu tak disengaja. Tim sebenarnya sedang memasang kamera jebakan untuk menangkap gambar orangutan, leopard, dan lainnya di hutan Wehea, dibagian timur Kalimantan, Juni 2011.

Tak disangka, dedaunan bergerak-gerak dan tampak grup monyet yang tak pernah dijumpai sebelumnya, tiba-tiba muncul! Wow!

Penemuan itu menantang tim ilmuwan yang dikepalai oleh Brent Loken dari Simon Fraser University di Kanada. Mereka tak punya foto langur abu-abu. Satu-satunya yang dimiliki hanyalah sebuah sketsa dari museum!

“Kami gembira luar biasa mengetahui fakta bahwa ternyata monyet jenis ini masih ada, juga bahwa ini didapati di Wehea, Kalimantan,” kata Loken seperti dikutip AP,  Januari 2012.

Langur yang memiliki ciri mata agak tertutup dan hidung serta bibir yang berwarna sedikit pink ini dipercaya tersebar di Kalimantan, Jawa, Sumatera, dan Thailand. Namun, sebelumnya dinyatakan bahwa jenis ini sudah punah!

Aktivitas pembakaran hutan, konversi lahan, dan pertambangan diduga menjadi sebab jenis ini makin sulit ditemukan.

“Bagi saya, penemuan monyet ini adalah representasi betapa banyaknya spesies yang ada di Indonesia,” ucap Loken.

“Ada banyak satwa yang ciri khas dan sebarannya sangat sedikit kita ketahui menghilang begitu cepat. Rasanya, banyak jenis satwa ini akan punah dengan cepat,” tambah Loken.

Sebagai langkah lanjut dari penemuan ini, ilmuwan akan meneliti lebih jauh jumlah langur abu-abu yang ada di wilayah seluas 38.000 hektar. Sejumlah ilmuwan internasional dan dari Indonesia akan terlibat. “Kita akan coba sebisa mungkin. Namun, ini seperti berpacu melawan waktu,” kata Loken.


Pakar primata yang tak tergabung dalam studi ini, Erick Meijaard, menyatakan dukungan terhadap upaya para ilmuwan. “Ini adalah spesies yang penuh teka-teki,” katanya.

Meijaard mengungkapkan, langur abu-abu dipercaya merupakan subspesies dari monyet daun Indonesia (Presbytis hosei) yang juga terdapat di wilayah Malaysia di Borneo. Namun, ada dugaan bahwa langur abu-abu adalah spesies yang berbeda.

“Kami berpikir bahwa mungkin ini spesies yang berbeda. Ini menjadikan penemuan di Kalimantan ini jauh lebih penting,” kata Meijaard. (Kompas/icc.wp.com)

Presbytis hosei canicrus in Borneo

*****

Misteri Manusia Zaman Dahulu Bisa Berumur Lebih Panjang

Misteri Manusia Zaman Dahulu Bisa Berumur Lebih Panjang

Banyak dari kita bertanya-tanya, “Apakah yang membuat mereka para leluhur dapat hidup lebih lama?”

Manusia di masa purba diketahui mempunyai usia yang lebih panjang dibandingkan dengan manusia yang hidup di zaman modern. Banyak dari kita bertanya-tanya, apakah yang membuat mereka dapat hidup begitu lama?

Sebuah riset terbaru berhasil mengungkap rahasia tersebut, yakni diet kalori ultra rendah.

Sebuah tim internasional telah menemukan bahwa kalori yang dipangkas secara substansi sekitar 30 persen dari ukuran diet normal bisa memperlambat proses penuaan dan dengan demikian meningkatkan harapan hidup yang lebih lama.

Sebelumnya para peneliti sudah menemukan bahwa:
“Mengurangi kalori sedikit di atas tingkat malnutrisi dapat mengurangi hampir separuh dari risiko-risiko penyakit jantung atau kanker dan meningkatkan hampir sepertiga usia hidup kita.”

Dalam riset tersebut, tim menggunakan 76 ekor Rhesus Macaques (Macaca Mulatta), sejenis monyet tertua di dunia.

Di dalam riset tersebut, separuh dari monyet macaques (mekak) mengkonsumsi kalori 30 persen lebih sedikit, dengan usia di atas 20 tahun awal kedewasaan.

Ternyata tim riset menemukan bahwa 37 persen dari monyet dengan diet ultra rendah itu masih hidup hingga hari ini! Sedangkan monyet yang makan dengan diet normal hanya 13 persen yang masih hidup.

Rhesus Macaques (Macaca Mulatta)

“Hal tersebut memberi masukan kepada saya bahwa biologi fundamental dari pembatasan kalori yang sedang dipelajari pada tikus, lalat, cacing, dan lain-lain kelihatannya bagus untuk diterapkan pada primata,” kata ketua tim riset Richard Weindruch dari Universitas Wisconsin di Madison.

Rahasia sangat sederhana ini bukan hanya menambah panjang umur, tapi juga bisa menghemat uang dan menjaga kelestarian lingkungan.

Seperti kata pepatah, sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui.  Mungkin juga dapat berarti, sekali makan rendah kalori, dua-tiga keuntungan didapat! Selamat mencoba… (VIVAnews/icc.wp.com)

Healthy food pyramid

*****

Bumi Situbondo Bergetar Hebat, Asal Getaran Masih Misterius!

Situbondo, Jatim – Ketenangan warga Situbondo mendadak berubah panik setelah mendengar suara gemuruh dan terjadi getaran. Getaran berlangsung sekitar 2 detik itu terjadi sore tadi, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah.

Warga juga sempat ketakutan setelah melihat benda-benda ikut tergera. Seperti kopi dalam gelas yang terjatuh, hingga genting terjatuh. Tak hanya di perkampungan, di kawasan Kota Situbondo maupun Kecamatan Panji, di pusat perbelanjaan Karunia Darma Sentosa (KDS) Jalan A Yani Situbondo, juga membuat pengunjung berlarian keluar gedung.

“Kita sedang asyik ngobrol di dalam rumah sambil minum kopi. Tiba-tiba merasakan getaran dan mendengar suara seperti ledakan. Kopi yang di dalam gelas sampai terjatuh karena terkena getaran itu,” kata Bambang, warga Kelurahan Dawuhan Kecamatan Situbondo, Jumat (6/4/2012).

Bambang menambahkan, saat kejadian langsung meminta anak dan istrinya segera keluar dari dalam rumahnya. Kekhwitaran itu menjadi kenyataan, karena genting rumahnya di bagian depan juga ikut terjatuh.

Sementara suasana kepanikan juga terlihat di kawasan perbelanjaan di Jalan Ahmad Yani. Para pengunjung berhamburan keluar setelah merasakan getaran maupun suara gemuruh dari dalam tanah.

Kabupaten Situbondo

“Saya di KDS. Orang-orang pada keluar semua. orang-orang takut ada bangunan yang ambruk sehingga berdiri di pinggir jalan,” kata Sanusi.

Setelah dirasakan tidak ada getaran lagi, warga maupun pengunjung di pusat perbelanjaan, kembali melakukan aktivitasnya. Termasuk ada yang membetulkan genting yang terjatuh.

Suara gemuruh dan getaran juga diakui oleh BPBD Kabupaten Situbondo. Bahkan, petugas jaga BPBD itu juga menerima kabar dari rekan BPBD dari Kabupaten Bondowoso, juga merasakan hal yang sama.

“Sejauh ini baru dua kecamatan yang merasakan getaran, di Kecamatan Panji dan Kota. Tadi petugas dari BPBD Bondowoso juga mengabarkan, merasakan getaran dan mendengar suara gemuruh yang sama,” ujar salah satu petugas BPBD.

Kepala BPBD Kab Situbondo, Zainul Arifin mengatakan, hingga pukul 18.30 WIB, belum menerima laporan kerusakan. “Kami belum menerima ada kerusakan,” ujarnya.

Saat ditanya lebih lanjut tentang penyebab getaran dan suara gemuruh itu, Zainul mengaku belum mengetahuinya.

Dari catatan Kantor Stasiun Geofisika Kelas II Tretes, tidak ada gerakan gempa yang melanda kawasan Situbondo.

“Mohon maaf. Peralatan seismograf kami tidak ada catatan adanya gerakan. Nanti kita akan konfirmasi dulu ke Jakarta,” ujar staf Kantor Stasiun Geofisika, Tretes, Dwi Wahyudi. (roi/fat/detiksurabaya/icc.wp.com)

*****

Ternyata di Indonesia Sudah Ada Beberapa Piramida!

Teka-teki piramida di Gunung Padang dan Gunung Sadahurip, masih mengundang perdebatan para pakar. Tapi tahukah Anda, kalau Indonesia memang sudah punya piramida. Bahkan ada beberapa atau lebih dari satu!

Agak susah memang kalau kita ngotot menjadikan piramida di Mesir sebagai bentuk acuan piramida. Padahal, sejumlah pakar arkeologi mengatakan piramida khas Indonesia berbentuk step pyramid atau punden berundak. Dengan definisi ini, berikut adalah beberapa piramida khas Indonesia:

1. Candi Borobudur, Jawa Tengah
Inilah candi Buddha terbesar di dunia! Kemegahan arsitekturnya membuat candi ini menjadi situs warisan dunia dari UNESCO. (satellite view: 7°36’28″S   110°12’13″E)

Candi yang dibangun di Magelang pada abad ke-8 oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra ini memiliki bentuk piramida simetris 6 tingkat dan teras melingkar 4 tingkat, tingginya total 34,5 meter.

Dimulai dari teras bujur sangkar di bagian paling bawah, semakin naik semakin menyempit dengan perhitungan deret geometri yang sangat presisi sampai ke puncak dan mengundang decak kagum para arkeolog.

Pelataran 72 stupa di puncak candi yang disusun melingkar, membuat orang lupa kalau Candi Borobodur sejatinya adalah berbentuk piramida. (baca: Jejak Astronomis di Candi Borobudur)

2. Candi Sukuh, Jawa Tengah
Candi yang terletak di lereng Gunung Lawu, Karanganyar ini pun mengagumkan. Bayangkanlah piramida Aztec atau Maya di Amerika Tengah, seperti itulah bentuk Candi Sukuh dan beberapa candi lain di wilayah ini, termasuk Candi Ceto. ( Sukuh Temple, satellite view: lat=-7.6273004 ; lon=111.1310756)

Candi Sukuh

Candi Sukuh

Suasana sejuk bisa dirasakan di sekitar Candi Sukuh. Maklum, lokasinya berada di ketinggian 1.186 mdpl dan di antara hamparan kebun teh.

Candi Sukuh memiliki relief bertema seksualitas. Namun arsitektur candi-lah yang diacungi jempol.

Bentuk candinya adalah piramida berundak dari bagian bawah dengan tangga di bagian tengah dan puncak yang rata. Persis dengan piramida Aztec atau Maya.

Apakah Candi Sukuh menunjukan ada kontak peradaban dari Nusantara ke Amerika Tengah. Para ilmuwan belum bisa menjawab misteri Candi Sukuh yang satu itu. (baca: Dahulu, wilayah bangsa Indonesia pernah menguasai lebih 2/3 Muka Bumi!)

3. Taman Purbakala Pugung Raharjo, Lampung
Taman Purbakala Pugung Raharjo di Kabupaten Lampung Timur merupakan kompleks situs bersejarah peninggalan zaman Hindu, Buddha dan Islam sekaligus. (satellite view (daerah/wilayah perkiraan): 5°19’1.6172”S 105°33’28.85”E)

Banyak terdapat arca, prasasti, altar batu dan sebuah piramida dengan model pundan berundak.

Piramida berundak di Pugung Raharjo terbuat dari gundukan tanah yang kini ditanami rumput hijau yang rapi, bukan tumpukan batu seperti Borobudur atau Sukuh.

Sedangkan batu-batu pada punden berundak di Pugung Raharjo berfungsi sebagai tangga dan pembatas di sekitar piramida ini dan membaginya menjadi 3 bagian punden berundak, yakni bawah, tengah dan puncak.

4. Situs Lebak Cibedug, Banten
Mungkin banyak yang belum tahu situs prasejarah Lebak Cibedug di Taman Nasional Gunung Halimun, Kabupaten Lebak, Banten. Namun di sini terdapat piramida yang lagi-lagi dengan model punden berundak! (satellite view (daerah/wilayah perkiraan): 6°35’59.3261”S 106°23’59.4287”E)

Dari situs resmi Disbudpar Banten, bantenculturetourism.com, situs Lebak Cibedug menempati area seluas 2 hektar. Namun sayang, situs Lebak Cibedug tidak mudah dijangkau.

Butuh perjalanan darat 4,5 jam dari Serang menuju Desa Citorek Barat, Kab Lebak, desa terdekat dari piramida Lebak Cibedug.

Dari situ, saja perjalanan harus  dilanjutkan dengan jalan kaki, sejauh kurang lebih 9 km!

Memang, kelemahan infrastruktur bukan cerita baru di Kabupaten Lebak yang dikritik karena membiarkan jembatan nyaris roboh dipakai oleh anak-anak untuk bersekolah. Akibatnya, piramida Lebak Cibedug berada nyaris di luar radar pariwisata.

Padahal punden berundak Lebak Cibedug tampil menakjubkan dengan pohon yang sudah tumbuh di antara bebatuan piramida-nya. Hal ini membuat situs Lebak Cibedug jadi mirip-mirip candi Angkor Wat di Kamboja atau Ayutthaya di Thailand yang ditumbuhi pepohonan.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.